Penyebab Anda Sering Gagal Saat Interview Kerja

Ketika Anda sedang mencari pekerjaan, Anda pasti sangat menantikan panggilan interview alias wawancara kerja, bukan? Pada tahap ini, Anda akan dihadapkan langsung dengan pihak perusahaan sebagai salah satu penentu apakah Anda akan diterima atau tidak. 

Maka tidak mengherankan jika bayangan kegagalan dalam seleksi kerja menghantui pikiran Anda. Untuk mengetahui apa saja hal-hal yang dapat membuat seseorang gagal dalam tahap interview, mari simak ulasan berikut ini. 

Penyebab Kegagalan Dalam Wawancara Kerja

Interview kerja memang bukan suatu hal yang mudah dan membutuhkan persiapan yang matang. Kegagalan dalam interview kerja dapat disebabkan karena sikap atau perilaku Anda yang kurang tepat atau kurang berkenan di hadapan HRD. Berikut beberapa sikap yang harus dihindari saat interview. 

1. Memberikan Kesan yang Buruk

Salah satu sikap yang dapat membuat Anda gagal dalam interview kerja adalah memberi kesan pertama yang buruk di mata HRD. Sikap buruk tersebut misalnya datang terlambat atau menggunakan kostum yang kurang sesuai atau kurang sopan. 

Meskipun hanya terlambat 5 menit saja, hal tersebut tidak akan termaafkan dan akan berakibat fatal. Anda harus bisa membedakan ketika kumpul bersama teman yang biasanya menggunakan waktu ‘jam karet’ alias molor dengan wawancara kerja yang harus tepat waktu sebagai bentuk profesionalitas.

Apabila Anda belum resmi direkrut saja sudah berani datang terlambat, maka HRD akan berpikir bahwa Anda termasuk orang yang tidak disiplin dan tidak profesional. Untuk mengantisipasinya, Anda bisa datang sekitar 30 menit sebelum wawancara dimulai. 

Kesalahan lainnya yang dapat memberikan kesan pertama yang buruk di mata HRD yaitu salah menggunakan kostum. Bagi Anda yang diundang interview kerja di perusahaan multinasional, Anda sebaiknya menggunakan pakaian formal dan jangan sekali-kali mengenakan pakaian kasual. 

Usahakan datang dalam keadaan rapi dan berpakaian sopan. Pakailah pakaian yang nyaman sehingga Anda tidak akan terganggu selama wawancara berlangsung.

2. Sering Melihat Jam Tangan dan Ponsel 

Kesalahan lain yang dapat menyebabkan Anda gagal di tahap interview yaitu sering melihat jam tangan atau memegang ponsel. Sikap ini akan membuat HRD merasa tidak nyaman dan kurang dihargai. 

Apabila Anda memiliki kebiasaan melihat jam tangan atau ponsel, Anda bisa menyimpannya di dalam tas atau saku. Anda juga mengatur setting ponsel dalam mode diam atau menonaktifkannya agar Anda tidak terganggu dengan suara atau getaran ponsel selama interview berlangsung. 

3. Tidak Tahu Apapun Tentang Perusahaan yang Dilamar

Sebelum Anda datang untuk mengikuti interview, sebaiknya Anda mencari tahu terlebih dahulu pekerjaan apa yang dilamar, apa visi dan misi perusahaan, serta skill apa yang Anda kuasai sesuai dengan perusahaan yang dilamar. 

Jika Anda tidak tahu sama sekali dengan bisnis yang dijalankan oleh perusahaan yang dilamar, maka jangan berharap perusahaan akan merekrut Anda. Pahami visi misi perusahaan dan berlatih mengemukakan alasan mengapa Anda tertarik untuk bekerja di perusahaan tersebut.

4. Sering Menggunakan Kata Fatis

Fatis merupakan kata-kata tambahan yang biasa digunakan dalam percakapan bahasa lisan misalnya ‘um’, ‘e’, ‘ah’, ‘deh’, ‘kok’, dan lain sebagainya. Terlalu sering menggunakan kata-kata fatis ini dapat membuat Anda gagal dalam tahap wawancara kerja.

Untuk mengantisipasi kebiasaan menggunakan kata fatis, Anda bisa berlatih berbicara dengan lancar di rumah terlebih dahulu. Terlalu banyak menggunakan kata fatis akan membuat Anda terlihat kurang paham dan kurang cekatan saat menjawab pertanyaan dari HRD yang mewawancarai.

5. Kurang Impresif

Bagi Anda yang memiliki kepribadian introvert, biasanya Anda akan cenderung pasif dan cemas saat berhadapan langsung dengan HRD. Maka dari itu, Anda harus jujur dengan kepribadian Anda tersebut dan biarkan HRD menanyakan hal-hal yang kira-kira sesuai dengan karakter dan kepribadian Anda.

Misalnya, ketika pewawancara menanyakan buku apa yang terakhir Anda baca, maka jelaskan saja dengan jujur jika Anda tidak membaca buku. Jangan katakan tidak, jika pewawancara menanyakan kesediaan Anda untuk mempelajari suatu hal yang baru dan sama sekali belum Anda pahami.

Katakan bahwa Anda siap untuk mempelajari dan memahami hal-hal baru tersebut. Jadilah seseorang yang impresif, salah satunya dengan membuat resume yang menarik. Cara lainnya bisa dengan bersikap tenang dan tidak tegang atau kaku saat wawancara berlangsung. 

6. Tidak Jujur

Sikap yang dapat membuat Anda gagal saat interview yaitu berbohong atau tidak jujur. Sebagian orang memilih untuk mengakali resumenya agar terlihat menarik dan aktif. Padahal hal tersebut dapat dilacak oleh pihak perusahaan menggunakan koneksi atau jaringan yang mereka miliki. 

Apabila pihak perusahaan mengetahuinya, Anda akan langsung mendapat penilaian yang negatif. Selain itu, kebohongan kandidat calon karyawan juga bisa terlacak dengan mudah bagi para pewawancara yang dapat memahami dan menilai kandidat dari gestur tubuh yang ditunjukkan. 

Pihak pewawancara akan memberikan pertanyaan jebakan tentang suatu hal secara spesifik dari resume yang Anda buat. Apabila jawaban yang Anda berikan terdengar meragukan dan mengada-ada, maka semakin kecil pula kesempatan Anda untuk diterima di perusahaan tersebut. 

7. Memberi Pertanyaan yang Salah

Pada akhir wawancara, pihak pewawancara biasanya akan memberi kesempatan pada Anda untuk bertanya. Berhati-hatilah saat mengajukan pertanyaan, jangan sampai pertanyaan tersebut menjadi boomerang bagi Anda. 

Apabila di awal wawancara Anda menjelaskan alasan resign dari perusahaan sebelumnya dengan alasan ingin pengalaman manajemen yang lebih baik, maka jangan bertanya ‘Apakah di perusahaan ini melanggar peraturan merupakan hal yang wajar?’

Jika Anda mengajukan pertanyaan tersebut, pihak pewawancara akan merasa curiga dengan Anda. Ajukan pertanyaan yang tepat, sehingga pewawancara akan memberikan penilaian positif bahwa Anda adalah calon kandidat karyawan yang potensial tanpa perlu mengintip kilas balik karir Anda.

8. Mengeluh dan Menceritakan Keburukan Perusahaan Sebelumnya

Ketika Anda merasa nyaman dengan percakapan yang mengalir dari pewawancara, Anda harus berhati-hati dalam berbicara. Jangan sampai Anda melontarkan keluhan tentang sifat buruk bos di perusahaan sebelumnya. 

Misalnya, bos Anda yang sebelumnya menerapkan larangan bagi para karyawannya untuk makan selama perjalanan bisnis. Untuk percakapan dengan teman dekat mungkin tidak masalah, namun bagi pewawancara hal ini dapat dinilai sebagai tindakan yang menjelek-jelekkan orang lain. 

Bahkan pewawancara akan berpendapat bahwa perusahaan yang sebelumnya sebenarnya sudah cukup baik dalam memberdayakan karyawannya agar lebih disiplin. Berbicara buruk tentang perusahaan sebelumnya akan membuat Anda dianggap kurang kompeten dan kurang profesional. 

9. Meminta Gaji Besar

Kesalahan lainnya yang bisa membuat Anda gagal dalam interview kerja yaitu meminta gaji yang besar apalagi jika Anda adalah seorang fresh graduate yang minim pengalaman kerja. Sebagian besar pewawancara akan mengajukan pertanyaan besaran gaji yang diharapkan kepada kandidat. 

Jika Anda diberi pertanyaan seperti itu, maka sebaiknya Anda riset dulu berapa besaran gaji untuk level fresh graduate dan pada posisi yang Anda lamar saat ini. Sebutkan nominal angka gaji yang Anda harapkan dari hasil riset gaji itu. Berikan jawaban yang bijak tidak perlu panjang lebar dan jelaskan apa alasan Anda meminta gaji di angka tersebut. 

Baca Juga:

Dari penjelasan di atas, Anda tentu semakin paham dengan hal-hal atau sikap yang perlu dihindari saat wawancara kerja. Persiapkan diri Anda sebaik mungkin dan usahakan jangan gugup saat menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh pewawancara. 

Terbaru

Terkait

error: Content is protected !!