Penerimaan Calon Taruna/Taruni Kementerian Perhubungan RI Tahun 2018

Waktu Kerja : Full Time
Kategori Pekerjaan : CPNS
Waktu Post : 2 Bulan, 13 Hari yang lalu

Deskripsi Pekerjaan

PENERIMAAN CALON TARUNA/TARUNI POLA PEMBIBITAN PADA SEKOLAH KEDINASAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN TAHUN AKADEMIK 2018/2019
Berdasarkan Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor: B/22O/M.SM.O1.OO/2018 tentang Persetujuan Prinsip Tambahan Kebutuhan CPNS dari Pola Pembibitan Kemenhub Tahun Anggaran 2018, KEMENTERIAN PERHUBUNGAN mengundang putra dan putri terbaik Bangsa Indonesia lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas Sederajat untuk mengikuti Seleksi Penerimaan Calon Taruna/Taruni Pola Pembibitan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Pola Pembibitan Pemerintah Daerah (Pemda).

PROGRAM STUDI
1. Program Studi yang ditawarkan sejumlah 2.676 formasi yang terdiri dari 1.988 formasi Program Studi Pola Pembibitan Kemenhub dan 688 formasi Program Studi Pola Pembibitan Pemda;
2. Calon Taruna/Taruni hanya berhak memilih 1 (satu) Program Studi yang ditawarkan;
3. Calon Taruna/Taruni khusus Pola Pembibitan Pemda wajib berdomisili sesuai dengan wilayah formasi Program Studi Pemerintah Daerah yang dibuktikan dengan KTP dan Kartu Keluarga;
4. Calon Taruna/Taruni formasi Program Studi Pola Pembibitan Pemda wajib memperhatikan dengan seksama formasi Program Studi yang tersedia merujuk pada angka IX sebelum melakukan pendaftaran, sehingga tidak terjadi kesalahan pendaftaran. Kesalahan pendaftaran terhadap pilihan Program Studi Pola Pembibitan Pemda tidak dapat dianulir;
5. Calon Taruna/Taruni formasi Pola Pembibitan Kemenhub dapat memilih Program Studi yang ditawarkan tanpa dibatasi domisili asal.











Keterangan:

  • Program keahlian dan kompetensi keahlian lulusan SMK sesuai dengan konversi Spektrum
  • Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan (PMK) Tahun 2016 (SK Dirjen Pendidikan Dasar dan
  • Menengah Kemendikbud Nomor: 467 8 I D I KEP I MK I 20 16l.

PERSYARATAN PENDAFTARAN

  1. Warga Negara Indonesia;
  2. Usia maksimal23 tahun dan minimal 16 tahun pada 1 September 2018, khusus untuk:
    • a. D-II PKB ST"ID minimal 17 tahun;
    • b. D-III LLU minimal 18 tahun;
    • c. D-lV LLU minimal 17 tahun.
  3. Persyaratan nilai (bukan hasil pembulatan) Calon Taruna/Taruni Pola Pembibitan:
    • a. Untuk lulusan tahun 2Ol7 dan sebelumnya, memiliki nilai rata-rata ujian yang tertulis pad.a ijazah tidak kurang dari 7,0 (skala penilaian 1-10) I 7O,OO (skala penilaian 10-100) / 2,8 (skala penilaian 1-4); atau
    • b. Untuk Calon lulusan tahun 2018, memiliki nilai rata-rata rapor untuk komponen Pengetahuan pada 5 semester (semester gasal dan genap untuk kelas X dan XI serta semester gasal kelas XII) tidak kurang dari 7,0 (skala penilaian 1-10) / 70,00 (skala penilaian 10-100) I 2,8 (skala penilaian l-41, dengan ketentuan pada saat pendaftaran ulang yang bersangkutan telah dinyatakan lulus dan memiliki nilai rata- rata ujian tertulis pada ijazah tidak kurang dari 7,0 (skala penilaian 1-10) / 70,00 (skala penilaian 10-100) / 2,8 (skala penilaian 1-4).
  4. Tinggi badan minimal pria 160 cm dan wanita 155 cm, khusus untuk :
    • a. Program studi D-III PKP minimal 165 cm;
    • b. Program studi D-IV Penerbang pria minimal 165 cm dan wanita minimal 163 cm;
    • c. Program studi D-III OBU pria minimal 165 cm, dan wanita minimal 160 cm.
  5. Berbadan sehat, tidak cacat fisik dan mental, bebas HIV/AIDS serta bebas narkoba;
  6. Calon Taruna tidak bertato/bekas tato dan tidak ditindik/bekas tindik telinganya atau anggota badan lainnya, kecuali yang disebabkan oleh ketentuan agama ladat;
  7. Calon Taruni tidak bertato/bekas tato dan tidak ditindik/bekas tindik anggota badan lainnya selain telinga dan tidak bertindik/bekas tindik di telinga lebih dari 1 pasang (telinga kiri dan kanan);
  8. Ketajaman penglihatan normal dan tidak ada kelainan buta warna baik parsial maupun total;
  9. Tidak sedang menjalani dan terancam hukuman pidana karena melakukan kejahatan;
  10. Belum pernah diberhentikan sebagai Taruna/Taruni di lingkungan Badan
  11. Pengembangan SDM Perhubungan dan Perguruan Tinggi lainnya dengan tidak hormat;
  12. Bersedia menaati segala peraturan pada Pola Pembibitan;
  13. Bersedia diberhentikan dengan tidak hormat jika melakukan tindakan kriminal antara lain mengkonsumsi dan atau menjual belikan narkoba, melakukan tindak kekerasan (perkelahian, pemukulan, pengeroyokan, perundungan dll), melakukan tindakan asusila atau penyimpangan seksual; Dinyatakan gugur apabila terbukti melakukan pemalsuan identitas / dokumen;
  14. Bersedia menandatangani Surat Pernyataan Calon Taruna/Taruni (bermaterai 6000 Rupiah);
  15. Khusus Program Studi D-III PKP, berjenis kelamin pria;
  16. Khusus Calon Taruna/Taruni program studi di STTD, bersedia mengikuti pendidikan di kampus yang ditentukan oleh STTD sesuai dengan program studi yang dipilih;
  17. Memiliki Surat Elektronik I e-mail yang masih aktif.

DOWNLOAD KUALIFIKASI LENGKAP Klik Disini
PENDAFTARAN Klik Disini

Sumber: sscndikdin.bkn.go.id

 

 


Kementerian Perhubungan RI

Jakarta
Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia

Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (disingkat Kemenhub RI) adalah kementerian dalam Pemerintah Indonesia yang membidangi urusan transportasi. Kemenhub dipimpin oleh seorang Menteri Perhubungan (Menhub) yang sejak tanggal 27 Juli 2016 dijabat oleh Budi Karya Sumadi.
Kementerian Perhubungan mempunyai tugas menyelenggarakan urusan di bidang perhubungan dalam pemerintahan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. Dalam melaksanakan tugas, Kementerian Perhubungan menyelenggarakan fungsi:
perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang perhubungan;
pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian Perhubungan;
pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Perhubungan;
pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan urusan Kementerian Perhubungan di daerah; dan
pelaksanaan kegiatan teknis yang berskala nasional