Penerimaan Calon Satuan Bakti Pekerja Sosial Kementerian Sosial Republik Indonesia Tahun 2018

Waktu Kerja : Full Time
Kategori Pekerjaan : CPNS
Waktu Post : 2 Bulan, 19 Hari yang lalu

Deskripsi Pekerjaan

Pengumuman Penerimaan Calon Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) Kementerian Sosial Republik Indonesia Tahun 2018

Kementerian Sosial mencari Putra dan Putri terbaik Bangsa Indonesia untuk menjadi Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos), yang merupakan tenaga pendamping Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA). Sakti Peksos akan ditempatkan di Dinas Sosial Kabupaten/Kota, untuk melakukan tugas pendampingan program, pendampingan lembaga, respon kasus anak, dan tugas khusus lainnya.

FORMASI CALON SAKTI PEKSOS

  • Formasi lokasi  dan jumlah  yang  dibutuhkan  untuk  penempatan  calon Sakti Peksos  adalah 162  Kabupaten/Kota  dengan  jumlah  167  orang.
  • Formasi lokasi  dan  jumlah  secara  rinci terdapat dalam lampiran pengumuman ini.







 

PERSYARATAN UMUM

  • Warga  Negara  Republik  Indonesia,  yang  bertaqwa  kepada  Tuhan  Yang  Maha  Esa, setia  dan  taat  kepada  Pancasila  dan  UUD  Negara  Republik  Indonesia  Tahun  1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia
  • Tidak berkedudukan sebagai anggota dan/atau pengurus partai politik.
  • Diutamakan berpengalaman/pernah  bekerja  di  bidang pelayanan  dan  rehabilitasi sosial atau praktikum dari perguruan tinggi.
  • Bebas dari narkotika dan zat adiktif lain nya
  • Sehat  jasmani  dan rohani dan dibuktikan  dengan surat  keterangan  dari  dokter pemerintah.
  • Tidak terikat kontrak kerja dengan pihak lain.
  • Tidak menuntut diangkat menjadi PNS.
  • Sarjana semua jurusan, diutamakan DIV / S1 Kesejahteraan Sosial
  • Berusia Maksimal 35 Tahun pada tanggal 1 September 2018
  • Melakukan pendaftaran secara online
  • Mengikuti seluruh tahapan seleksi.

TAHAPAN SELEKSI

  • Seleksi Administratif
  • Seleksi Tertulis
  • Seleksi Wawancara

PENDAFTARAN DAN PENGUMUMAN SELEKSI

  • Pengumuman  penerimaan  Satuan  Bakti  Pekerja  Sosial  dapat dilihat  secara daring (online) melalui laman (website):  www.kemsos.go.id
  • Pendaftaran secara  daring dimulai  sejak  tanggal 4 Juli 2018 dan  ditutup tanggal 16 Juli 2018 pukul 24:00.WIB melalui: rekrutmenpeksos.kemsos.go.id
  • Pengumuman hasil  seleksi  administrasi  tanggal 23 Juli  2018 secara  daring  melalui laman: www.kemsos.go.id
  • Pelaksanaan seleksi tertulis dan wawancara pada tanggal 30 Juli s.d. 1 Agustus 2018
  • Lokasi Seleksi   di   Dinas   Sosial   Provinsi   (jika ada perubahan lokasi akan di informasikan secara daring)
  • Pengumuman  hasil  seleksi  tertulis  dan  wawancara pada tanggal 13 Agustus 2018 secara daring
  • Bagi pelamar yang dinyatakan lulus  agar  melakukan  regristrasi/mendaftarkan  ulang secara daring melalui: rekrutmenpeksos.kemsos.go.id pada tanggal 14 s.d. 16 Agustus 2018.
  • Bagi pelamar yang dinyatakan lulus namun  tidak  melakukan  regristrasi/pendaftaran ulang pada tanggal tersebut, maka dinyatakan mengundurkan diri.

PENGAJUAN LAMARAN

  1. Mengisi formulir  pendaftaran daring  melalui: rekrutmenpeksos.kemsos.go.id,  dengan tahapan:
    • Registrasi dengan masuk melalui tombol “Register”
    • Otentikasi  yang akan  dilakukan  melalui  alamat  email  pendaftar  (password akan tercantum dalam email otentikasi)
    • Login
    • Mengisi identitas diri sebagai syarat pendaftara melalui tombol “Identitas Anda”
  2. Para pelamar wajib mengunggah (upload) hasil scan persyaratan administrasi, yaitu:
    • Foto 4x6
    • Ijazah Terakhir
    • Transkrip Nilai
    • KTP
    • Surat Keterangan Sehat dari Dokter Pemerintah

LAIN-LAIN

  • Berkas  lamaran  yang  telah  masuk  menjadi  milik  Panitia  dan  tidak  dapat  diminta kembali.
  • Seluruh proses seleksi rekrutmen Sakti Peksos Kementerian Sosial RI tidak dipungut biaya apapun.
  • Kementerian  Sosial  RI  tidak  bertanggung  jawab  atas  pungutan  atau  tawaran  berupa apapun  oleh  oknum-oknum  yang  mengatasnamakan  Kementerian  Sosial  RI  atau Panitia Rekrutmen.
  • Seluruh keputusan Panitia   Seleksi Rekrutmen adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

PENDAFTARAN Klik Disini

 

 


Kementerian Sosial RI

Jakarta
Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia

Kementerian Sosial Republik Indonesia (disingkat Kemensos), dahulu Departemen Sosial (disingkat Depsos) adalah kementerian yang mempunyai tugas menyelenggarakan dan membidangi urusan dalam negeri di dalam pemerintahan untuk membantu presiden dalam penyelenggaraan pemerintahan negara di bidang sosial[1]. Kementerian Sosial dipimpin oleh seorang Menteri Sosial (Mensos) yang sejak tanggal 17 Januari 2018 dijabat oleh Idrus Marham.

Menteri Sosial pertama pada masa awal kemerdekaan dipercayakan pada Mr. Iwa Kusuma Sumantri yang ada waktu itu membawahi kurang lebih 30 orang pegawai untuk Bagian Perburuhan dan Bagian Sosial. Hampir semua pegawai tersebut kurang/tidak berpengetahuan dan berpengalaman cukup mendalam dalam bidang perburuhan dan bidang sosial. Pada awalnya kantor Kementerian Sosial berlokasi di Jalan Cemara no. 5 Jakarta namun pada waktu Ibu kota Republik Indonesia pindah ke Yogyakarta, pada tanggal 10 Januari 1946 kantor Kementerian Sosial ikut pindah ke gedung Seminari di Jl. Code Yogyakarta. Kemudian ketika pemerintahan Republik Indonesia pindah kembali ke Jakarta, Kantor Kementerian Sosial menempati kantor di Jalan Ir.Juanda 36 Jakarta Pusat, dan mengalami perpindahan lokasi lagi ke Jalan Salemba Raya 28 Jakarta Pusat sampai sekarang.

Pada saat pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid, Departemen Sosial (Kementerian Sosial) dan Departemen Penerangan dibubarkan. Saat itu Presiden Abdurrahman Wahid menggagas bahwa pelayanan kesejahteraan sosial cukup dilakukan oleh masyarakat. Namun keadaan berkata lain, secara tidak diduga pula, saat itu muncul berbagai masalah kesejahteraan sosial seperti bencana alam, bencana sosial, populasi anak jalanan dan anak telantar semakin bertambah terus jumlahnya, sehingga para mantan petinggi Kementerian Sosial pada waktu itu menggagas untuk dibentuknya sebuah Badan yang berada langsung di bawah Presiden, maka terbentuklah Badan Kesejahteraan Sosial Nasional

Terbentuknya BKSN ini permasalahan tidak segera terentaskan, malah yang terjadi serba kekurangan karena tidak berimbangnya populasi permasalahan sosial dengan petugas yang dapat menjangkaunya dan kewenangan BKSN juga sangat terbatas. Dengan pertimbangan seperti itu maka pada Kabinet Persatuan Nasional, Kementerian Sosial dimunculkan kembali tetapi digabung dengan Departemen Kesehatan. Nomenklaturnya menjadi Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial. Gagasan penggabungan ini juga tidak memberikan solusi permasalahan kesejahteraan sosial secara memadai, padahal populasi permasalahan sosial semakin kompleks. Kemudian pada masa Kabinet Gotong Royong, Kementerian Sosial difungsikan kembali untuk menyelenggarakan tugas-tugas pembangunan di bidang kesejahteraan sosial.

Kementerian Sosial mempunyai tugas menyelenggarakan urusan di bidang rehabilitasi sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial, perlindungan sosial, dan penanganan fakir miskin untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara.