Penerimaan Calon Perwira Prajurit Karir TNI Tahun 2018

Waktu Kerja : Full Time
Kategori Pekerjaan : CPNS
Waktu Post : 0 Bulan, 8 Hari yang lalu

Deskripsi Pekerjaan

Tentara Nasional Indonesia (TNI) lahir dalam kancah perjuangan bangsa Indonesia mempertahankan kemerdekaan dari ancaman Belanda yang berambisi untuk menjajah Indonesia kembali melalui kekerasan senjata. TNI merupakan perkembangan organisasi yang berawal dari Badan Keamanan Rakyat (BKR). Selanjutnya pada tanggal 5 Oktober 1945 menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), dan untuk memperbaiki susunan yang sesuai dengan dasar militer international, dirubah menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI). Dalam perkembangan selanjutnya usaha pemerintah untuk menyempurnakan tentara kebangsaan terus berjalan, seraya bertempur dan berjuang untuk tegaknya kedaulatan dan kemerdekaan bangsa. Untuk mempersatukan dua kekuatan bersenjata yaitu TRI sebagai tentara regular dan badan-badan perjuangan rakyat, maka pada tanggal 3 Juni 1947 Presiden mengesyahkan dengan resmi berdirinya Tentara Nasional Indonesia (TNI).

PENERIMAAN CALON PERWIRA PRAJURIT KARIR TNI 2018

Kualifikasi:

  • Warga  Negara  Indonesia
  • Pria/Wanita,
  • Bukan prajurit TNI/Polri/PNS.
  • Beriman  dan  bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  • Setia  kepada  NKRI  yang  berdasarkan  Pancasila  dan UUD 1945.
  • Berumur  setinggi-tingginya :
    a. 26 tahun bagi yang berijazah D-3.      
    b. 30  tahun  bagi  yang berijazah S-1.
    c. 32 tahun bagi yang berijazah S-1 Profesi.
  • Persyaratan IPK untuk  jurusan / program  studi selain Kedokteran akreditasi ”A” :
    a.  2,80 bagi yang berijazah S-1 dan S-1 profesi.
    b.  2,70 bagi yang berijazah D-3.
  • Persyaratan  IPK untuk  jurusan / program studi selain Kedokteran akreditasi “B” :
    a. 3,00 bagi yang berijazah S-1 dan S-1 profesi.
    b. 2,90 bagi yang berijazah D-3.
  • Bagi  jurusan  Kedokteran  Umum/Gigi  telah berijazah S.1 Profesi dan lulus Uji Kompetensi Dokter.
  • Persyaratan   IPK   untuk   Perguruan   Tinggi   binaan Kemhan/TNI :
    a. 2,80 bagi yang berijazah S-1 dan S-1 profesi.
    b. 2,70 bagi yang berijazah D-3.
  • Berstatus  belum  pernah  menikah  dan  sanggup tidak menikah   selama  mengikuti  Dikma,  untuk  pendaftar berprofesi   Dokter   diperbolehkan   sudah     menikah namun bagi  wanita  yang  berprofesi  Dokter  belum mempunyai anak dan sanggup tidak  mempunyai  anak atau hamil  selama  menjalani Dikma.
  • Sehat jasmani, rohani dan bebas narkoba.
  • Tinggi badan minimal pria 163 cm dan wanita 157 cm.
  • Bersedia ditugaskan diseluruh wilayah NKRI.
  • Bagi karyawan harus mendapat   persetujuan   dari instansinya  dan   sanggup  membuat   pernyataan  diberhentikan  dengan   hormat  dari  pimpinan   instansi  yang     bersangkutan bila lulus seleksi dan masuk Dikma.
  • Menyertakan Surat keterangan bebas Narkoba  dan surat  kesehatan  dari  Rumah  Sakit  Pemerintah  pada saat daftar ulang ditempat pendaftaran.
  • Melampirkan fotocopy sertifikat Akreditasi Program Study yang dikeluarkan oleh BAN PT.

Jurusan yang dibutuhkan : 

Dokumen yang dibawa  :

  • Surat  pendaftaran,
  • Akte kelahiran,
  • KTP Calon,
  • KTP orang Tua/Wali,
  • Kartu Keluarga (KK),
  • SKCK,
  • Ijazah & SKHUN SD, SLTP, SLTA,
  • Rapot SLTA sederajat,
  • Ijazah kesarjanaan atau Diploma,
  • sertifikat  Akreditasi yang dikeluarkan oleh Ban PT untuk program studynya,
  • Bagi Jurusan Kedokteran melampirkan transkip nilai UKDI/UKDGI,
  • Pas photo hitam putih dan berwarna, Pakaian kemeja ukuran  4X6  :  20 lembar,
  • Bagi  yang  pindah  Domisili membawa surat keterangan pindah Domisili dari Kelurahan / Kecamatan,
  • Masing-masing  di  fotocopy satu lembar dan dilegalisir.

CARA PENDAFTARAN

 

 


Tentara Nasional Indonesia (TNI)

Indonesia
Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia

Tentara Nasional Indonesia (TNI) lahir dalam kancah perjuangan bangsa Indonesia mempertahankan kemerdekaan dari ancaman Belanda yang berambisi untuk menjajah Indonesia kembali melalui kekerasan senjata. TNI merupakan perkembangan organisasi yang berawal dari Badan Keamanan Rakyat (BKR). Selanjutnya pada tanggal 5 Oktober 1945 menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), dan untuk memperbaiki susunan yang sesuai dengan dasar militer international, dirubah menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI).

Dalam perkembangan selanjutnya usaha pemerintah untuk menyempurnakan tentara kebangsaan terus berjalan, seraya bertempur dan berjuang untuk tegaknya kedaulatan dan kemerdekaan bangsa. Untuk mempersatukan dua kekuatan bersenjata yaitu TRI sebagai tentara regular dan badan-badan perjuangan rakyat, maka pada tanggal 3 Juni 1947 Presiden mengesyahkan dengan resmi berdirinya Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Pada saat-saat kritis selama Perang Kemerdekaan (1945-1949), TNI berhasil mewujudkan dirinya sebagai tentara rakyat, tentara revolusi, dan tentara nasional. Sebagai kekuatan yang baru lahir, disamping TNI menata dirinya, pada waktu yang bersamaan harus pula menghadapi berbagai tantangan, baik dari dalam maupun dari luar negeri. Dari dalam negeri, TNI menghadapi rongrongan-rongrongan baik yang berdimensi politik maupun dimensi militer. Rongrongan politik bersumber dari golongan komunis yang ingin menempatkan TNI dibawah pengaruh mereka melalui “Pepolit, Biro Perjuangan, dan TNI-Masyarakat:. Sedangkan tantangan dari dalam negeri yang berdimensi militer yaitu TNI menghadapi pergolakan bersenjata di beberapa daerah dan pemberontakan PKI di Madiun serta Darul Islam (DI) di Jawa Barat yang dapat mengancam integritas nasional. Tantangan dari luar negeri yaitu TNI dua kali menghadapi Agresi Militer Belanda yang memiliki organisasi dan persenjataan yang lebih modern.

Sadar akan keterbatasan TNI dalam menghadapi agresi Belanda, maka bangsa Indonesia melaksanakan Perang Rakyat Semesta dimana segenap kekuatan TNI dan masyarakat serta sumber daya nasional dikerahkan untuk menghadapi agresi tersebut. Dengan demikian, integritas dan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia telah dapat dipertahankan oleh kekuatan TNI bersama rakyat.

Sesuai dengan keputusan Konferensi Meja Bundar (KMB), pada akhir tahun 1949 dibentuk Republik Indonesia Serikat (RIS). Sejalan dengan itu, dibentuk pula Angkatan Perang RIS (APRIS) yang merupakan gabungan TNI dan KNIL dengan TNI sebagai intinya. Pada bulan Agustus 1950 RIS dibubarkan dan Indonesia kembali ke bentuk Negara kesatuan. APRIS pun berganti nama menjadi Angkatan Perang RI (APRI). Selengkapnya/