Ingin Sukses Wawancara Kerja ? Hindari 6 Karakter Ini

Ingin Sukses Wawancara Kerja ? Hindari 6 Karakter Ini

Berbicara mengenai karakter, tentu saja seorang pewawancara kerja yang berpengalaman dapat menilai karakter Anda dari bahasa tubuh atau jawaban yang Anda berikan.
Untuk menghadapi pewawancara seperti itu dan meningkatkan peluang sukses wawancara kerja, Anda harus menghindari tujuh karakter ini.

(1.) Tidak percaya diri

Para pewawancara kerja tidak suka pada kandidat yang tidak percaya diri. Bentuk ketidakpercayaan ini antara lain gugup, suara yang terbata-bata, cemas, dan gemetaran.
Jika Anda memiliki karakter ini, maka peluang Anda mendapat posisi yang diincar semakin tipis karena pewawancara menilai Anda tidak akan mampu mengemban posisi yang dilamar.

(2.) Menjelekkan perusahaan sebelumnya

Selain tidak percaya diri, karakter lain yang dibenci para pewawancara kerja adalah menjelekkan perusahaan sebelumnya.
Mengapa? Karena karakter ini mencerminkan Anda berpikir negatif yang mungkin akan menular pada budaya kerja perusahaan. Selain itu, pewawancara kerja menilai Anda akan menjelekkan perusahaan mereka jika Anda mencari kerja di tempat lain pada masa mendatang.
Bagaimana supaya Anda terhindar dari karakter ini? (Baca sampai bawah ...)

(3.) Fokus pada gaji

Fokus pada gaji umumnya tidak disukai para pewawancara kerja.
Hal ini karena mereka menilai Anda semata-mata mencari uang tanpa peduli apakah Anda akan berkontribusi atau tidak pada perusahaan.


(4.) Tidak mengetahui perusahaan

Jangan sekali-kali datang ke tempat wawancara kerja tanpa mengetahui informasi perusahaan.
Mengapa? Karena pewawancara sering menanyakan hal terkait perusahaan untuk menggali sejauh mana respon atau pengetahuan Anda terhadap perusahaan mereka.


(5.) Berlebihan menonjolkan diri

Anda memang harus menonjolkan kemampuan atau “menjual diri” Anda dalam wawancara kerja.
Namun, hal ini harus dilakukan secara profesional dan proporsional sehingga tidak berlebihan.
Para pewawancara kerja umumnya tidak menyukai kandidat yang berlebihan karena mengganggap kandidat tersebut akan membawa masalah di kemudian hari

(6.) Mendebat secara arogan

Karakter lain yang tidak disukai pewawancara kerja adalah mendebat secara arogan.
Misalnya, si pewawancara menyampaikan pendapatnya tentang apa yang Anda kemukakan, lalu Anda membalasnya bahwa pendapat Anda yang paling benar.

Lalu bagaiman untuk menghindari sifat dan karakter diatas ini ? Apa Solusinya ??

Apakah selama Anda termasuk Orang yang tidak mengetahui kelebihan dan kelemahan diri anda sendiri ??

Apakah Anda sering mersa Grogi saat Interview / wawancara Kerja ?

Apakah Anda tahu cara dan solusinya untuk mengatasinya ??

Semua itu bisa Anda pelajari dari Ebook Resmi Teddy Diego

Anda akan diajarkan bagaimana mengatasi masalah-masalah seperti diatas, bukan hanya itu saja anda juga akan mendapat manfaat lain seperti :

1. Bagaimana membuat lamaran kerja Anda dibaca oleh ratusan perusahaan bonafit sekaligus baik BUMN atau SWASTA. (CV yang memukau)

2. Diajarkan Teknik Menjawab pertanyaan interview,

3. Bagaiman cara menjawab pertanyan jebakan saat interview, seperti contoh diatas

4. Bagaimana Mempersiapkan diri Anda untuk menghadapi Psikotes dengan baik dan benar,

5. serta memberikan Anda panduan untuk mengenali kepribadian Anda sendiri dan memaksimalkannya untuk bekerja di posisi karir terbaik untuk Anda

Dalam sebuah wawancara kerja, pewawancara kerja memiliki hak prerogratif menentukan lolos tidaknya Anda.
Mereka tidak hanya menilai keterampilan (skill) Anda, namun juga menilai karakter (sifat) Anda.
Mengapa? Karena mereka mencari kandidat terbaik yang akan berkontribusi pada kemajuan perusahan.

Jadi yang perlu Anda butuhkan adalah belajar dan mempersiapkannya.

Teima Kasih
SEMOGA BERMANFAAT.

Tanya-tanya seputar Ebook
Klik: http://bit.ly/2yPmDhY